Anak kecil berkendara, siapa yang salah?

image

Hola bro n sist! Akhirnya ngeluncurin artikel setelah sekian lama males ngeblog, mungkin kedepannya agak rajin ngeblog menyalurkan kata hati yang terpendam *nyebaay*.

Bicara tentang dunia per-motoran di bumi pertiwi ini bertumbuh dengan sangat pesat, karna kebutuhan akan kendaraan yang simple, mudah, murah dan masih bisa jalan kalau macet apalagi di kota besar, sehingga tidak bisa dipungkiri membeli motor itu adalah sebuah kebutuhan terlebih masih kurangnya transportasi publik yang murah dan nyaman.

Tapi akhir2 ini saya sering menemukan beberapa bulan terakhir saya sering menemukan anak usia sekitar 8-12tahun mengendarai sepeda motor yang kalau disejajarkan dengan si pengendara maka akan lebih besar sepeda motornya. Kalau berkendaranya di jalan komplek atau lapangan terbuka okelah (meski masih menyalahi aturan), tapi ini dijalan raya bro n sist! Dan tanpa helm dll.  Berjibaku dengan mobil dan orang dewasa. Jika terjadi kecelakaan atas anak tersebut siapa yang harus disalahkan?

image

Jelas yang seharusnya disalahkan paling utama adalah orangtua dari anak tersebut. Kenapa bisa anak dengan ukuran tubuh mungil bisa nangkring diatas kuda besi dan membawanya ke jalan raya? Apa alasan orangtua tersebut? Sayang anak? Saya rasa alasan ini amat sangat tidak masuk akal, kalau orangtua sayang dengan anaknya pasti sadar dengan segala bentuk bahaya berkendara dijalan umum, pasti akan mencegah anak tersebut dengan berbagai cara bukan memberikan kelonggaran apalagi sampai menyuruh anak tersebut.

Saya juga pernah dengar alasan dari seorang ibu yang anaknya yang berumur 10tahun sudah diperbolehkan berkendara seped motor. Alasannya “biar bisa nganterin ibunya belanja ke pasar sama bayar listrik, kan ibu gak bisa bawa motor dek”. Saya tercengang mendengar jawaban si ibu, didalam benak saya berkata “kenapa gak ibunya yang belajar motor? Anak sekecil ini belum punya rasa waspada sama kondisi sekitar?” saya tidak bisa menyangkal jawaban ibu tadi, pemikiran yang terlalu pendek menurut saya.

image

Ada juga orangtua yang menuruti permintaan anak dibawah umur 15tahun untuk membelikan sang anak sepeda motor, dan gilanya dituruti dengan alasan buat berangkat dan pulang sekolah anak itu tapi bukan diantar atau dijemput, melainkan anak tersebut yang mengendarai sendiri. Bukan karena orangtua banyak uang bisa seenaknya membelikan anak sepeda motor, bukan juga karena banyak perusahaan leasing yang menawarkan kredit motor dengan cicilan murah, tapi dimana letak perlindungan atas anaknya sendiri? Dan lagi-lagi alasannya karna ‘Sayang Anak’, sebuah jalan pikir yang membelok.

Last, mungkin artikel ini bisa membuka jalan pikiran orangtua tentang arti asli dari ‘Sayang Anak’ dimasalah per-motoran. Motor bisa jadi mesin pembantu tapi bisa juga jadi mesin pembunuh. Dan semboyan berkendara dijalan raya adalah ‘Kalo gak nubruk, ya ketubruk’. Sekian artikel dari saya, semua yang saya tulis adalah opini saya pribadi, mohon maaf kalau banyak salah karna saya juga belum tentu sempurna tapi kita saling mengingatkan. Semoga bermanfaat.

image

Ini sih emang pembalap kikikik

image

Posted from WordPress for Android

Advertisements

17 thoughts on “Anak kecil berkendara, siapa yang salah?

Tinggal komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s